Khazanah
Khazanah/block-7
Hukrim
Hukrim/block-1
Mengedepankan metode mobile dan pendekatan humanis, tim memulai rute patroli dari Jalan Lintas Kore-Sanggar, menyisir Desa Kore, Sandue, Taloko, hingga berakhir di Desa Boro. Fokus utama petugas adalah memantau titik-titik yang dianggap rawan guna mencegah potensi kejahatan jalanan.
Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., MH., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mengedukasi masyarakat agar proaktif menjaga lingkungan.
"Kami menyasar potensi kerawanan seperti aksi balap liar, begal, hingga tindak pencurian dengan pemberatan. Patroli ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat," ujar AKP Adib dalam keterangan resminya.
Selain melakukan pemantauan fisik, petugas di lapangan juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari. Edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban lingkungan menjadi bumbu utama dalam setiap interaksi yang dilakukan.
Hingga patroli berakhir pada Senin dini hari, situasi di sepanjang jalur lintas maupun pemukiman warga di wilayah hukum Polsek Sanggar dilaporkan tetap stabil, aman, dan terkendali. Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) ini akan terus dilaksanakan secara konsisten demi menjamin kenyamanan seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran korps berseragam cokelat ini bertujuan menjamin situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap stabil, mengingat tingginya antusiasme warga yang memadati lokasi sejak pukul 10.30 WITA.
Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., MH., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menyatakan bahwa kepolisian berkomitmen penuh menjaga agar event tahunan ini menjadi hiburan yang nyaman bagi masyarakat tanpa gangguan keamanan sedikit pun.
"Personel kami sebar di titik-titik strategis, mulai dari akses pintu masuk dan keluar untuk mengatur arus warga, hingga pengawasan ketat di sepanjang lintasan pacu guna menghindari insiden yang tidak diinginkan," jelas AKP Adib.
Lebih lanjut, Adib menegaskan bahwa pengamanan ini akan terus dilakukan secara konsisten hingga seluruh rangkaian kegiatan pacuan kuda berakhir. Patroli di sekitar arena juga ditingkatkan untuk mengantisipasi aksi premanisme maupun tindak pencurian kendaraan di area parkir.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan adanya laporan gangguan kriminalitas maupun tindakan yang meresahkan warga. Situasi di Arena Pacuan Kuda Desa Panda dilaporkan aman, tertib, dan terkendali.
Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud AKP Hari Purnomo tersebut, petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kapal yang tengah berlabuh. Selain memberikan edukasi mengenai risiko melaut di tengah cuaca buruk, tim juga memeriksa secara saksama administrasi serta muatan kapal untuk memastikan tidak ada barang ilegal yang keluar-masuk.
Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K, M.J., melalui Kasi Humas Polres Bima, AKP Adib Widayaka, menegaskan bahwa tindakan ini adalah langkah preventif demi menjaga stabilitas keamanan di laut.
"Kami tidak ingin kecolongan. Selain menjaga keselamatan nyawa warga dari ancaman ombak besar, kami juga memperketat pengawasan muatan kapal untuk mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal melalui jalur laut yang kerap memanfaatkan pelabuhan tradisional," tegasnya, mengutip Adib.
Diteruskannya, pemeriksaan dokumen dan muatan merupakan bagian dari strategi antisipatif menyusul maraknya isu penyelundupan melalui 'jalur tikus'. Di sisi lain, sosialisasi cuaca ekstrem menjadi prioritas utama untuk menekan angka kecelakaan pelayaran saat kondisi angin dan gelombang sedang tidak menentu.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di perairan Teluk Bima dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Polairud Polres Bima berencana meningkatkan intensitas patroli serupa di berbagai titik pelabuhan tradisional lainnya guna memastikan perairan Bima tetap kondusif baik dari sisi keselamatan maupun keamanan.
Di bawah komando Kanit III Pamapta, Ipda M. Akbar Habibi, tim bergerak taktis menyasar berbagai potensi gangguan keamanan. Fokus utama operasi ini adalah mitigasi kejahatan jalanan, termasuk antisipasi kasus 3C (Curat, Curas, Curanmor), aksi begal, balapan liar, penyalahgunaan senjata tajam maupun senjata api rakitan, hingga peredaran gelap narkotika.
Rute patroli mencakup titik-titik krusial yang dikenal sebagai lintasan aktif pada malam hari, di antaranya tanjakan Dorobelo, kawasan wisata Pantai Kalaki, hingga pertigaan Patung Kuda di Desa Panda, Kecamatan Palibelo. Penyisiran dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan tidak ada celah bagi munculnya potensi tindak pidana di lokasi-lokasi rawan tersebut.
Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menegaskan bahwa intensitas patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri secara nyata dalam melindungi masyarakat.
"Kami menegaskan kembali bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan dalam bentuk apa pun di wilayah hukum Polres Bima. Keamanan warga adalah prioritas tertinggi kami," tegas AKP Adib.
Selain tindakan preventif, personel di lapangan juga berperan aktif melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memberikan imbauan Kamtibmas kepada warga yang masih beraktivitas di luar rumah. Langkah humanis ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap waspada namun merasa terlindungi.
Hingga patroli berakhir pada dini hari, situasi di seluruh rute yang dilewati terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan personel dan pemetaan wilayah yang akurat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memberikan pesan kuat bahwa Polres Bima akan terus berdiri tegak sebagai garda terdepan dalam menjaga kedamaian di Kabupaten Bima.
Operasi KRYD kali ini dilaksanakan oleh Regu III SPKT Polsek Woha dengan menyisir sejumlah titik strategis secara mobile. Fokus penyisiran meliputi desa-desa, ruas jalan utama, jalur minim penerangan, serta lokasi-lokasi yang diidentifikasi memiliki kerawanan tinggi terhadap gangguan keamanan.
Di bawah kendali langsung Kapolsek Woha, AKP Muhtar, operasi yang dimulai pukul 20.00 WITA ini diprioritaskan untuk menekan angka kriminalitas konvensional, khususnya aksi 3C (Curat, Curas, dan Curanmor). Selain itu, petugas juga memberikan pengawasan ekstra terhadap potensi balapan liar dan aksi begal yang kerap meresahkan pengguna jalan saat malam hari.
Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu kenyamanan publik di wilayah hukum Polres Bima.
"Kami memastikan bahwa segala bentuk kriminalitas, mulai dari begal, balapan liar, hingga kasus 3C, akan ditindak tegas. Polres Bima dan seluruh jajaran berkomitmen penuh menutup ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan," tegas AKP Adib.
Selain tindakan represif-preventif, tim di lapangan juga mengedepankan dialog dengan menyambangi titik keramaian warga untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sistem keamanan mandiri di lingkungan masing-masing.
Hingga berakhirnya kegiatan, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Woha terpantau aman, terkendali, dan tidak ditemukan kejadian menonjol. Melalui konsistensi patroli KRYD ini, Polri berharap kehadiran negara di tengah malam dapat menjadi jaminan ketenangan bagi warga, sekaligus membuktikan bahwa setiap jengkal wilayah hukum Polres Bima tetap dalam pengawasan ketat demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan.
Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidi, Camat Bolo Drs. Abbas, Ketua Panitia H. dr. Waldia Safrin, serta tokoh masyarakat Ustadz Zamaluddin. Kehadiran para tokoh penting ini menjadi bukti dukungan penuh terhadap pengembangan potensi olahraga di wilayah Kabupaten Bima.
Turnamen yang mempertandingkan Kelas A dan Kelas B ini disambut antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 50 pasangan telah terdaftar di Kelas B, sementara 21 pasangan siap bersaing di Kelas A. Panitia menargetkan seluruh rangkaian pertandingan dapat rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar keagamaan.
Dalam sambutannya, Kapolsek Bolo AKP Nurdin menekankan pentingnya aspek keamanan sebagai fondasi kesuksesan acara. Beliau mengimbau seluruh peserta, panitia, maupun penonton untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama kompetisi berlangsung.
“Kami mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini. Kemenangan memang utama, namun menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi sportivitas jauh lebih mulia,” ujar AKP Nurdin.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menegaskan komitmen pengamanan dari pihak kepolisian. Polres Bima memastikan akan memberikan dukungan penuh agar event ini berjalan tanpa kendala hingga babak final.
Melalui turnamen ini, Polri berharap olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga di Kecamatan Bolo dan Madapangga. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini merupakan manifestasi semangat persatuan yang diharapkan mampu membangun karakter masyarakat yang sehat, sportif, dan harmonis, demi terciptanya lingkungan yang aman serta kondusif.
Pemantauan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare yang dikelola oleh kelompok tani binaan Polsubsektor Palibelo. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang kini memasuki usia tiga bulan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Jika kondisi tetap stabil, komoditas ini diproyeksikan siap memasuki masa panen raya pada Maret 2026 mendatang.
Meski pertumbuhan vegetatif dinilai baik, para petani mengungkapkan kekhawatiran terkait fenomena pembusukan batang tanaman akibat intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi atensi serius karena berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas hasil produksi jika tidak segera mendapatkan penanganan teknis.
Merespons kendala tersebut, Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menegaskan komitmen Polri untuk mengawal masalah ini hingga tuntas. Pihaknya menyatakan akan segera melakukan langkah koordinatif dengan instansi teknis terkait guna memberikan solusi preventif bagi para petani.
"Kami menyadari bahwa keberhasilan panen adalah kunci kesejahteraan petani. Oleh karena itu, Polres Bima akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi taktis atas kendala cuaca ini, sehingga produktivitas lahan tetap optimal," ungkap AKP Adib Widayaka.
Langkah proaktif ini menegaskan peran Polri bukan sekadar sebagai pelindung keamanan, melainkan juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menyukseskan swasembada pangan nasional. Dengan pendampingan yang konsisten, Polres Bima optimistis ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bima dapat tetap terjaga di tengah tantangan iklim, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas, Aiptu Sulistyo Sutomo, sosialisasi ini mengimplementasikan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo, S.H., menjelaskan tujuan kegiatan. "Ini untuk memberikan edukasi kepada para pengemudi ojek akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, meningkatkan kesadaran hukum, dan mencegah kecelakaan di jalan raya," ujarnya.
Personel Kamsel menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan mutlak terhadap peraturan. “Kedisiplinan di jalan bukan hanya untuk keselamatan pribadi, tetapi juga demi keselamatan pengguna jalan lainnya,” tegas salah satu anggota.
Materi yang disampaikan pun komprehensif dan aplikatif, meliputi:
Kewajiban menggunakan helm berstandar SNI.
Larangan menggunakan ponsel saat mengemudi.
Bahaya berkendara dengan kecepatan tinggi (kebut-kebutan).
Dampak negatif dari berbagai bentuk pelangkaran lalu lintas.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh komunitas ojek dan masyarakat setempat selama sosialisasi berlangsung. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib, menandakan tingginya kebutuhan akan edukasi semacam ini di tengah komunitas pengguna jalan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bima menyambut baik kedatangan dan awal tugas Kapolres baru. Ia menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru di Polres Bima dapat cepat beradaptasi dengan karakteristik masyarakat serta dinamika daerah. Bupati juga menegaskan kesiapan Pemkab Bima untuk mendukung penuh setiap langkah Polres dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Komunikasi antar instansi menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan kamtibmas,” tegas Bupati Adi Mahyudi.
Pernyataan itu sejalan dengan misi yang dibawa Kapolres Anton. Ia menegaskan bahwa silaturahmi adalah fondasi utama untuk membangun sinergi lintas lembaga sejak dini.
“Ini bagian dari upaya membangun komunikasi. Sebelumnya, saya juga telah bersilaturahmi dengan Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan, Ketua Pengadilan Negeri, dan Kodim 1608/Bima,” jelas Kapolres Anton.
Lebih lanjut, Kapolres memastikan komitmennya untuk membuka ruang koordinasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi bersama berbagai dinamika dan potensi kerawanan di masyarakat.
“Kami membuka ruang komunikasi dan koordinasi seluas-luasnya dengan Pemkab Bima guna menghadapi berbagai tantangan di wilayah Kabupaten Bima,” pungkasnya.
Pertemuan ini menandai komitmen kedua institusi untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bima.