BIMA, NTB.- Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB menggelar kegiatan Jumat Keliling di Masjid Yayasan Pondok Pesantren Al-Waffa Desa Godo Kecamatan Kecamatan Woha Kabupaten pada Jumat (05/11/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum (Polri) dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bima.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., didampingi oleh Kasat Binmas, Kasatlantas, Kasi Humas, Kapolsek Woha dan personel Polres Bima serta pimpinan ponpes Al- Wafa Ustadz Khairuddin S.pdi.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 12.00. Wita rombongan tiba di lokasi disambut oleh pimpinan pesantren beserta pengurus . kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah yang diikuti oleh jajaran kepolisian, pengurus pondok pesantren, para santri, dan santriwati serta masyarakat sekitar.
Setelah pelaksanaan ibadah, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Waffa Ustadz Khairuddin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Bima.Dalam sambutannya, ia juga memaparkan secara singkat, awal berdirinya ponpes,perkembangan, serta kontribusi nyata pondok pesantren dalam bidang pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Menanggapi hal itu Kapolda Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara menyatakan bahwa program Jumat Keliling merupakan implementasi dari kebijakan nasional yang digagas oleh Kapolri guna mendekatkan institusi Kepolisian dengan masyarakat dan lingkungan pesantren.
“program Jumat Keliling ini selain untuk mempererat silaturahmi juga untuk membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat". Ujar Kapolres.
Lanjutnya, kegiatan ini juga merupakan wujud kepedulian Polri terhadap pentingnya menjaga lingkungan pondok pesantren agar tetap aman dan nyaman bagi para santri dalam menuntut ilmu.
Dalam kesempatan itu jiga Kapolres Bima AKBP memberikan pesan khusus terkait pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan institusi Kapolres meminta seluruh pihak, baik pengurus yayasan, tenaga pendidik, maupun masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah segala bentuk potensi tindak kekerasan seperti bullying dan kenakalan remaja lainnya.
"Santri dan santriwati ini merupakan aset bangsa yang melanjutkan perjuangan bangsa dan negara ini kedepan". Pesannya.
Menyinggung terkait dengan peredaran gelap narkoba Kapolres menegaskan saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan narkoba.
Dihadapan pengurus pesantren dan santri Kapolres memapaparkan hingga saat ini Polres Bima Kabupaten telah mengungkap 80 kasus narkoba dengan jumlah tersangka mencapai 135 orang termasuk diantara berusia sekolah atau anak-anak.
Dikatakannya, peredaran barang haram itu tidak memandang starata sosial dan pengaruhnya hingga mengakibatkan Kematian Untuk dirinya menghimbau agar para santri dapat membentengi diri sehingga tidak terpapar bahaya laten Narkoba.
Selain itu Kapolres juga mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir agar mematuhi peraturan lalulintas dalam berkendara dengan cara menggunakan dan tidak ugal-ugalan.
"Sayangi nyawa kita, pasalnya kasus Kematian yang paling banyak yaitu disebabkan oleh kecelakaan lalulintas". Kata Kapolres.
Diakhir penyampaiannya Kapolres berharap kepada pimpinan ponpes dan jajarannya agar dapat menjadi polisi dilingkungan pesantren agar supaya tidak terjebak dalam bahaya laten Narkoba dan korban dari berbagai tindak kejahatan.
Jum,at keliling kali ini juga dirangkaikan dengan pemberian tali asih, pembagian iqro dan diakhiri dengan penamaan pohon kelapa di halaman Ponpes Al-Waffa.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman, situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polres Bima Kabupaten dilaporkan dalam keadaan kondusif.